Skip to content
Facebook
Twitter
WhatsApp
Iklan

Ketua Dewan Pers Memukul Gong sebagai tanda Konvensi Media Massa dibuka.

WARTA PEMBARUAN – Opening Seremony, Konvensi Media Massa yang dirangkai Seminar Nasional pada Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 di Claro Hotel, Kendari, Sulawesi Tenggara resmi dibuka Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin dan Pemukulan Gong dilakukan Ketua Dewan Pers, Prof Dr KH Muhammad Nuh, Senin (07/02/2022).

Sejumlah menteri pun diagendakan mengisi berbagai seminar baik secara langsung maupun darring, diantaranya Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Dalam sambutannya secara virtual, Wapres KH Ma’ruf Amin menyampaikan, distrupsi digital telah berdampak pada segala aspek kehidupan masyarakat, baik diruang domistik, terlebih di ruang publik.

“Tak terkecuali digitalisasi dalam penyampaian informasi. Karenanya, media harus menjadi pelopor membangun kemandirian digitalisasi dalam penyampaian informasi,” kata Wapres.

Pemerintah, lanjut Wapres, berharap masukan dari hasil konvensi media massa yang digelar, utamanya dalam upaya meningkatkan pertumbuhan investasi nasional,” tutur Wapres.

Di forum yang sama, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S Depari mengatakan, pers nasional perlu semakin mawas diri di tengah era pemberitaan digital.

“Tantangan saat ini adalah mewujudkan media yang  mandiri di tengah perkembangan koneksitas digitalisasi yang semakin pesat. Karena itu, asosiasi pers dan media harus adil dalam melindungi hak-hak media dan pers,” kata Atal.

Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi dalam sambutan tertulis berharap, konvensi nasional media massa dapat melahirkan suatu kesepakatan yang menjadi pondasi penguatan profesionalitas pers dan media dalam mendukung program pembangunan.

Konvensi dan seminar nasional itu juga diikuti secara virtual oleh Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia Datuk Sri Panglima Annuar Musa. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait