Catut Nama Dosen, Penipu Berhasil Kuras Kantong Mahasiswa Darmajaya

Date:

PEMBARUAN.ID – Penipunan dengan mencatut nama salah seorang dosen, terjadi di Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya. Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Darmajaya, Rahmad M menjadi salah satu korbannya.

Rahmad mengaku, saat dirinya sedang tidak di kampus, dirinya ditelpon oleh seseorang yang mengaku sebagai dosen bernama Zaini dan dirinya mengenal dosen tersebut. Bahkan untuk meyakinkan, penipu sempat menyebutkan detail kampus dan dirinya.

“Penipu meminta saya membelikan pulsa sebesar Rp200 ribu, karna memang layanan wifi di kampus sedang eror, dan di jam yang sama akan mengisi materi kuliah,” kata Rahmad, Kamis (08/09/2022).

BUKTI : Tangkapan layar bukti pembelian pulsa yang dikirim ke nomor telepon penipu.

Untuk meyakinkan, lanjut Rahmad, penipu meminta dirinya datang keruangan dosen yang namanya dicatut, ketika jaringan wifi sudah normal, untuk mengembalikan uang pulsa yang dibeli.

Baca Juga :   FH Unila Gelar Ujian Terbuka Promosi Doktor Ilmu Hukum

“Nanti saya transfer jika jaringan sudah normal, atau kamu ke ruangan saya,” ujar Rahmad menirukan ucapan si penipu.

Dirinya mulai percaya, jelas Rahmad, lantaran penipu mampu menunjukkan arah ruangan dosen yang dicatut namanya. Karenanya, dirinya mengirimkan pulsa senilai Rp200 ribu ke nomor yang diminta.

Selang beberapa menit, penipu kembali menelpon dan meminta agar dirinya mengirimkan pulsa dengan nilai yang sama ke nomor yang berbeda. Tidak hanya itu, tidak beberapa lama penipu pun kembali meminta tambahan pulsa Rp100 ribu dan Rp25 ribu.

“Karena sudah empat kali saya mulai curiga. Namun si penipu justru meminta agar saya mengirimkan pulsa lagi sebesar Rp500 ribu dan berjanji akan mentransfer sebesar Rp1.400.000 sebagai gantinya. Saya pun menolak,” tuturnya.

Baca Juga :   Tidak Ada Kabar, Mahasiswa Ditemukan Tewas Gantung Diri

Lantaran curiga, Rahmad pun mengecek nomor tersebut melalui aplikasi pengecek kontak yang kemudian terungkap bahwa nomor tersebut adalah nomor penipu.

“Saya pun langsung ke kampus dan ke ruangan pak Zaini. Pak Zaini ternyata tidak menggunakan nomor tersebut dan di waktu yang sama Pak Zaini sedang rapat dengan pimpinan,” tandasnya.

Atas peristiwa tersebut, Rahmad mengaku mengalami kerugian sebesar Rp525 ribu. Rahmad sempat menujukkan bukti-bukti pembelian pulsa dan dua nomor telepon penipu. (red/wan/***)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

KPK Turun ke Pesawaran, DPRD Diminta Tegakkan Anti Korupsi

JARRAKPOSLAMPUNG – Komitmen pemberantasan korupsi di Kabupaten Pesawaran kembali...

KUA-PPAS 2026 Disepakati, Mesin Anggaran Daerah Resmi Berjalan

JARRAKPOSLAMPUNG - DPRD bersama Pemerintah Daerah resmi menandatangani Nota...

DPRD Pesawaran Bongkar Dugaan Kebocoran PAD

JARRAKPOSLAMPUNG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesawaran...

Jual Alat Drumband: Ketika Nada Menjadi Identitas, dan Irama Menjadi Kehormatan

Dalam dunia jual alat drumband dan jual marching band,...