JARRAKPOSLAMPUNG (Pesawaran) — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesawaran menyampaikan rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Pesawaran Tahun Anggaran 2024 dalam rapat paripurna yang digelar di ruang sidang DPRD, Senin (14/04/2025).
Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, kepala dinas, kepala badan, kepala bagian, unsur Forkopimda, serta 33 anggota DPRD.
Ketua DPRD Kabupaten Pesawaran, Ahmad Rico Julian, menjelaskan bahwa penyampaian rekomendasi ini merupakan tindak lanjut dari LKPJ yang disampaikan Bupati pada 24 Maret 2025 lalu. Evaluasi ini menjadi bagian penting dalam proses penilaian terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah selama tahun 2024 dan sebagai landasan dalam menyusun kebijakan pembangunan di tahun-tahun mendatang.
“DPRD telah mencermati LKPJ bersama seluruh perangkat daerah. Namun, masih terdapat sejumlah catatan dan rekomendasi yang perlu menjadi perhatian untuk penyempurnaan ke depan,” ujar Rico.
Rekomendasi tersebut disampaikan oleh masing-masing komisi DPRD, yang meliputi Komisi I (bidang pemerintahan), Komisi II (perekonomian), Komisi III (pembangunan), dan Komisi IV (kesejahteraan rakyat). Seluruh rekomendasi diarahkan kepada perangkat daerah terkait sebagai bahan perbaikan kinerja.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Dendi Ramadhona menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan DPRD. Ia menyebut rekomendasi tersebut sebagai bentuk perhatian dan kontribusi strategis legislatif terhadap peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan.
“Catatan dan rekomendasi ini akan menjadi acuan penting dalam perbaikan pelaksanaan urusan desentralisasi, tugas pembantuan, serta tugas umum pemerintahan,” kata Dendi.
Dendi juga menegaskan bahwa tema pembangunan Kabupaten Pesawaran tahun 2024 adalah mempercepat pemulihan ekonomi berkualitas dan kehidupan masyarakat untuk mewujudkan masyarakat Pesawaran lebih maju, sejahtera, dan produktif.
Prioritas pembangunan mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan infrastruktur, penciptaan iklim investasi yang kondusif, penguatan tata kelola pemerintahan, serta pembangunan berbasis desa dan potensi lokal.
Ia menyebut bahwa berbagai program yang dijalankan selama 2024 telah menunjukkan hasil positif dan mendapat pengakuan dari berbagai pihak dalam bentuk penghargaan. Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu dibenahi.
“Ke depan, tantangan pembangunan akan semakin kompleks. Karena itu, dibutuhkan komitmen bersama dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan pembangunan yang partisipatif,” ucapnya. (***/red)


