Skip to content
Facebook
Twitter
WhatsApp
Iklan

PEMBARUAN.ID – Komisi IV DPRD Lampung meminta seluruh pihak terkait mendukung pelebaran pelebaran jalan lintas barat (Jalinbar) untuk mengurangi kemacetan. Hal tersebut ditegaskan Ketua Komisi IV DPRD Lampung Ismet Roni, Diskusi Publik PWI Lampung, Kamis (06/10/2022).

Menurutnya, pelebaran jalan perlu diperjuangkan bersama untuk diusulkan ke pemerintah pusat melalui Gubernur Arinal Djunaidi.

“Saya kira ini perlu diperjuangkan bersama. Jadi nanti para bupati dan BPJN bisa mengusulkan ke pak gubernur. Supaya bisa diteruskan ke pemerintah pusat,” kata Ismet.

Apalagi, dia menilai, Gubernur Arinal Djunaidi memiliki rekam jejak yang baik dalam lobi-lobi ke pemerintah pusat. “Pak gubernur kita ini sangat luar biasa dalam berjuang. Tapi beliau harus mendapatkan dukungan kita semua,” terangnya.

Untuk itu, dia berharap, melalui diskusi publik PWI Lampung bisa memberikan solusi dalam mengatasi kemacetan di Jalinbar.

Sehingga, solusi tersebut bisa diusulkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar memprioritaskan jalinbar.

“Secara politik, Komisi IV DPRD Lampung juga siap mendukung dan mendorong solusi kemacetan di jalinbar,” tuturnya.

Selain itu, dia menyebutkan, perlu diberikan solusi jangka pendek terlebih dahulu dalam mengatasi kemacetan. Seperti rekayasa lalulintas.

Di tempat yang sama, Mahasiswa STKIP PGRI asal Kabupaten Pringsewu, Rudiyanto mengatakan, kondisi ruas Jalan Lintas Barat (Jalinbar) sangat memperihatinkan.

Menurut dia, kondisi Jalinbar di Kabupaten Pringsewu, banyak yang berlubang. Sehingga rawan terjadi kecelakaan.

“Saya pernah mengalami sendiri, saat itu nyaris terjatuh dari sepeda motor lantaran jalannya berlubang dan agak sempit,” kata Rudiyanto di Balai Wartawan Hi Solfian Akhmad.

Karena itu, dia berharap pemerintah dapat memerhatikan kondisi tersebut, sebelum mengambil kebijakan untuk mengurai kemacetan di Jalinbar.

“Mudah-mudahan bisa segera diperbaiki, agar tidak memakan korban lebih banyak,” harapnya.

Hal senada disampaikan Rahmad Mahfuddin, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IIB Darmajaya. Dia menilai, kerusakan ruas Jalinbar merupakan pemicu kemacetan di berbagai titik.

“Jalannya cepat rusak, karena diduga bahan baku materialnya berbeda-beda setiap titik. Sehingga tak bertahan lama,” kata Rahmad.

Selain itu, maraknya pungutan liar (pungli) di sejumlah titik Jalinbar juga memicu kemacetan.

“Adanya pungli di sejumlah titik, memicu kondisi lalu lintas macet lantaran kendaraan diberhentikan oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab,” ungkapnya. (tim/red/***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait