Wednesday, April 15, 2026
HomeHEADLINEBudaya 'Titip' di Samsat Masih Terjadi

Budaya ‘Titip’ di Samsat Masih Terjadi

JARRAKPOSLAMPUNG – Pemandangan menarik terjadi di Samsat Induk Rajabasa, Bandarlampung di hari terahir program diskon pajak kendaraan bermotor (PKB), Sabtu (30/09/2023).

Seorang ibu paruhbaya memarahi petugas layanan pembuatan plat tanda nomor polisi (Nopol) lantaran berkasnya ditolak dengan alasan sudah masuk waktu istirahat. Padahal, beberapa detik sebelumnya petugas loket baru saja menerima berkas dari seseorang yang menyebut bahwa berkas tersebut “titipan”.

“Ini apa maksudnya, kok berkas orang lain diterima, tapi berkas saya ditolak dengan alasan istirahat. Apa karena orang yang baru saja berkasnya anda terima mengatakan “ini berkas titipan”, titipan siapa? Apa titipan orang Polda. Saya juga ada anak di Polda,” kata wanita paruh baya itu, dengan nada tinggi.

Baca Juga :   Dosen dan Tendik UIN Ikuti Program IELTS, Upgrade Kemampuan Bahasa Ingris

Mendengar hardikan tersebut, petugas bergeming dan tetap menolak berkas wanita tua tersebut dan memintanya datang lagi setelah waktu istirahat.


Tidak puas dengan layanan petugas, wanita tua itu berjalan bongkok ke arah kursi tunggu sambil terus bergumam.

“Reformasi birokrasi macam apa ini. Repotnasi ini namanya. Membuat plat saja harus ada orang dalam agar dilayani cepat,” gumamnya.

Jarrakposlampung.id yang kebetulan menyaksikan peristiwa tersebut, mendekati wanita paruh baya itu untuk menenangkannya.

“Terus terang saya kecewa. Hanya beberapa detik saja saya telat, orang lain yang berkasnya titipan diterima, berkas saya tidak,” ketusnya.

Satu jam berlalu, layanan loket pun dibuka. Sayangnya, prilaku pelayan tidak lantas menjadi baik, tapi justru kasar. Setiap wajip pajak yang menyodorkan berkas ditarik oleh petugas dengan kasar.

Baca Juga :   PTPN VII Unit Talopino Kejar Produktivitas TBS 28 Ton Per Hektare

Alih-alig melayani dengan senyum, salam dan sapa (3S), petugas justru melayani dengan wajah muram.

“Sudah-sudah, yang penting kita dilayani,” kata Imron (58) warga Kemiling mencoba menenangkan beberapa wajib pajak yang menggerutu. (***)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments