JARRAKPOSLAMPUNG – Mutiara Nurhaliza, mahasiswi Fakultas Hukum (FH) Universitas Lampung (Unila), berhasil meraih kesempatan emas untuk mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi Harvard World Model United Nations (MUN) 2024 di Taipei, Taiwan.
Ajang Harvard WorldMUN merupakan simulasi Sidang PBB yang diikuti oleh 2.000 mahasiswa dari 110 negara. Ajang ini menjadi kesempatan bagi para mahasiswa untuk mengasah kemampuan debat, berpikir kritis, diplomasi, dan pemecahan masalah global, serta membangun relasi internasional.
Muti, sapaan akrabnya, terpilih setelah melalui proses seleksi yang ketat. Ia bersaing dengan belasan ribu mahasiswa seluruh Indonesia melalui program Djarum Beasiswa Plus (Beswan Djarum) dan berhasil menyisihkan beswan djarum lainnya melalui seleksi CV, essay, dan TOEFL dengan skor di atas 600.
“Saya tidak menyangka terpilih menjadi delegasi yang disponsori penuh oleh Djarum Foundation,” ungkap Muti.
Djarum Foundation mengirimkan 10 delegasi terpilih dari seluruh Indonesia untuk mengikuti pelatihan intensif selama tujuh minggu. Muti kembali menorehkan prestasi gemilang dengan dinobatkan sebagai delegasi terbaik program international exposure oleh Djarum Foundation.
“Prestasi ini tidak lepas dari berbagai pelatihan yang saya ikuti selama berkuliah di Unila, seperti di AIESEC Unila dan MUN Club FH Unila,” ujar Muti.
Sejak menapaki bangku perkuliahan, Muti memang bercita-cita menjadi delegasi WorldMUN. Ia aktif mengikuti berbagai MUN conferences, mengasah kemampuan kepemimpinan, berdebat, dan politik internasional, serta berbahasa Inggris.
“Motivasi terbesar saya mengikuti Harvard WorldMUN 2024 adalah passion dan semangat untuk terus belajar,” kata Muti.
Pengalaman berharga bertukar ide dan solusi dengan mahasiswa di seluruh dunia, membuka wawasan baru tentang isu global dari berbagai cara pandang, dan berani menyuarakan pendapat mewakili Indonesia di forum internasional menjadi beberapa manfaat yang Muti dapatkan dari ajang ini.
Meskipun tidak mudah, Muti berhasil melewati berbagai kendala seperti bahasa dan budaya berbeda, adaptasi dengan jadwal padat, dan tekanan berdiplomasi di level internasional.
“Setiap kendala adalah peluang untuk tumbuh dan belajar,” ujar Muti.
Muti memiliki mimpi untuk meniti karier di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu) ataupun perusahaan multinasional yang ada di Indonesia.
“Fortune favors the bold,” kata Muti, mengutip motto hidupnya.
Ia mengajak semua mahasiswa Unila untuk berani bermimpi besar, menantang diri keluar dari zona nyaman, dan tidak takut gagal.
“Jangan ragu untuk meminta bantuan dan dukungan dari dosen, mentor, dan teman,” pesan Muti.
Setelah Harvard WorldMUN 2024, Muti berharap dapat terus mengembangkan keterampilannya, membagikan pengalaman dan ilmunya kepada orang lain, dan menginspirasi lebih banyak mahasiswa Unila untuk mewakili Indonesia di forum internasional. (***)
