Saturday, April 25, 2026
HomeDUNIA KAMPUSKetua Dharma Wanita Persatuan UIN RIL Ikuti Program Pelatihan Antikorupsi

Ketua Dharma Wanita Persatuan UIN RIL Ikuti Program Pelatihan Antikorupsi

JARRAKPOSLAMPUNG – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Maftuchah Wan Jamaluddin, telah mengikuti Program Training of Trainer (ToT) Kusemai Nilai Tahap II yang berlangsung di Harris Hotel and Convention Kelapa Gading, Jakarta Utara. Acara ini dilaksanakan selama 3 hari, yakni dari tanggal 26 hingga 28 Oktober 2023, yang diselenggarakan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama bekerja sama dengan Srikandi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Itjen Kemenag dan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Indonesia.

Kegiatan ToT ini bertajuk “Berlandaskan Nilai, Membangun Budaya” dan dihadiri oleh peserta dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk Pegawai Kementerian Agama, Pengurus DWP Kemenag, Pengurus DWP Itjen, Ketua DWP Kanwil 34 Provinsi, Perwakilan DWP PTKN, dan perwakilan satuan kerja lainnya.

Baca Juga :   UIN RIL Gelar Bimtek Bidang Keprotokolan

Maftuchah Wan Jamaluddin, yang juga merupakan istri Rektor UIN Raden Intan, menyatakan kebahagiannya dan semangat yang diperoleh selama mengikuti pelatihan tersebut. Ia mengakui telah memperoleh wawasan penting dan ilmu baru dari pelatihan ini. Maftuchah berkomitmen untuk melibatkan para istri pejabat dan perempuan lainnya, terutama di UIN Raden Intan Lampung, dalam upaya pencegahan tindakan korupsi.

Penasihat DWP Kemenag, Eny Retno Yaqut Qoumas, menyoroti dampak penting dari Program Training of Trainer (ToT) Kusemai Nilai Tahap II. Ia menekankan bahwa program tersebut harus menghasilkan gerakan nyata dalam menerapkan nilai-nilai antikorupsi di lingkungan Kementerian Agama. Eny Retno juga mendorong penggunaan media sosial sebagai alat untuk menyebarkan informasi tentang antikorupsi.

Baca Juga :   Patungan, BEM STKIP Gelar Baksos dan Doa Bersama

Ketua DWP Itjen Kemenag, Cut Haslinar, menekankan bahwa program ini merupakan langkah awal pencegahan korupsi yang dimulai dari perempuan dan keluarga. Perempuan berperan dalam mendidik nilai-nilai anti korupsi yang dapat dikembangkan dalam keluarga dan di lingkungan sosial. Ia berharap program ini dapat menjadi gerakan internal Kementerian Agama yang mendorong budaya integritas.

Plt Sekretaris Itjen Kemenag, Kastolan, menekankan peran istri sebagai pendamping suami dalam pencegahan korupsi. Ia mengharapkan bahwa para istri yang suaminya menjabat di pemerintahan harus menjadi benteng pertahanan pertama dalam mencegah tindakan korupsi, sehingga tercipta lingkungan pemerintahan yang bersih dan tidak koruptif. (***)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments