JARRAKPOSLAMPUNG – Setelah sejumlah guru besar dan dosen menyampaikan kritik kepada Presiden Indonesia Joko Widodo, kini giliran mahasiswa di beberapa daerah di tanah air yang melakukan gerakan protes. Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh pembaruan.id, mahasiswa di sejumlah daerah, termasuk Jakarta dan Bandung, telah menggelar aksi demonstrasi.
Dilansir oleh sumber tersebut, teruntuk Lampung, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Selamatkan Demokrasi akan menggelar demonstrasi pada Minggu, 11 Februari 2024. Menyikapi fenomena gerakan mahasiswa ini, pengamat politik dari UIN Raden Intan Lampung, Fathul Mu’in, mengatakan bahwa demonstrasi tersebut merupakan wujud kepedulian mahasiswa terhadap kondisi demokrasi.
Menurut Fathul Mu’in, menyuarakan pendapat di muka umum adalah hak yang dimiliki mahasiswa. Dia menegaskan bahwa selama aksi demonstrasi dilakukan dengan tertib dan tidak melanggar hukum, maka itu adalah hal yang sah dan diperbolehkan. Tentang asumsi sebagian masyarakat yang mengatakan bahwa gerakan mahasiswa ini ditunggangi oleh salah satu paslon, Fathul Mu’in menyatakan bahwa asumsi tersebut wajar adanya.
Dia menambahkan bahwa setiap gerakan pasti memiliki sudut pandang yang beragam, termasuk sikap yang kontra atau berlawanan. Namun yang terpenting, menurutnya, adalah melihat substansial dari gerakan tersebut, yakni apakah isu yang disuarakan benar-benar substansial dan penting bagi kepentingan negara.
“Gerakan mahasiswa dan guru besar di sejumlah daerah di tanah air merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi tanah air,” tegasnya.
Dengan demikian, aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa diharapkan dapat menjadi suara yang membangun bagi perbaikan kondisi negara. (***)
