JARRAKPOSLAMPUNG – Bertepatan dengan Rapat Kerja Nasional PWI Pusat 2024 yang diselenggarakan di Candi Bentar Hall, Putri Duyung Resort, Ancol, Jakarta Utara, Seksi Olahraga Wartawan Indonesia (SIWO) Pusat mengadakan agenda diskusi yang menggugah perhatian, bertajuk “Seminar Olahraga Menjaga Tradisi Emas Olimpiade”. Acara ini merupakan bagian dari peringatan Hari Pers Nasional 2024 dan berkolaborasi erat dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, menekankan peran wartawan olahraga dalam menginspirasi bangsa. “Kami sebagai wartawan olahraga bertanggung jawab untuk menggelorakan bangsa. Menuju Olimpiade kita menggelorakan, kita beri berita baik, kita bicara mengenai harapan, apa yang kita bisa beri melalui olahraga,” ujar Bangun.
Diskusi yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dalam dunia olahraga Tanah Air ini juga diramaikan oleh Staf Ahli Bidang Inovasi Kepemudaan dan Keolahragaan Kemenpora, Staf Ahli KONI Pusat, Komite Eksekutif NOC Indonesia (KOI), serta perwakilan dari berbagai federasi olahraga.
Ketua SIWO PWI Pusat, Agus Susanto, menjelaskan tujuan dari “Seminar Olahraga Menjaga Tradisi Emas Olimpiade” ini adalah untuk mengawal prestasi gemilang Indonesia di Olimpiade Paris 2024. “Semoga seminar ini berjalan lancar dan bisa memberi hasil yang baik bagi perkembangan olahraga Indonesia,” ujar Susanto.
Salah satu pembicara dalam diskusi ini, Sekretaris Jenderal PP PBSI, Mohammad Fadil Imran, menggarisbawahi upaya besar yang dilakukan oleh PBSI untuk mengangkat kembali prestasi bulutangkis Indonesia. Fokus utama mereka adalah memanfaatkan teknologi melalui sport science. “Inovasi teknologi berbasis sains dan optimalisasi teknologi data, teruji membawa prestasi bagi olahragawan dunia. Kuncinya adalah sport science,” ujar Fadil.
Fadil juga menjelaskan bahwa PBSI tak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga memperhatikan aspek psikologi, fisioterapi, nutrisi, dan medis atlet. Hal ini dilakukan untuk mendukung performa maksimal atlet, terutama menghadapi jadwal turnamen yang padat.
Namun, tantangan bagi PBSI bukan hanya dalam mempersiapkan atlet secara fisik, tetapi juga dalam melakukan seleksi yang bijaksana untuk memastikan keikutsertaan atlet yang tepat di Olimpiade Paris 2024.
Di sisi lain, Hendricus Mutter dari FPTI menyampaikan optimisme bahwa panjat tebing bisa menjadi penyumbang medali emas bagi Indonesia di Olimpiade Paris 2024. Meskipun masih ada beberapa pertandingan seleksi yang harus dilalui, Mutter yakin bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam cabang olahraga ini.
Diskusi ini menjadi forum penting bagi para stakeholder olahraga untuk menyamakan visi dan upaya dalam menjaga tradisi emas Indonesia di ajang olahraga internasional. Diharapkan, dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, federasi olahraga, dan media, Indonesia dapat meraih prestasi gemilang di Olimpiade Paris 2024 dan melanjutkan tradisi kejayaan dalam dunia olahraga. (***)
