Skip to content
Facebook
Twitter
WhatsApp
Iklan

PEMBARUAN.ID – Atlit Panahan Tradisional dari 9 Provinsi, Adu kepiawaian memanah di Turnamen Panahan Tradisional D’Klangenan #3 di Pringsewu, Lampung, Sabtu dan Minggu (24-25/09/2022).

Panitia Turnamen Panahan D’Klangenan #3 yang juga Direktur Imbos Pringsewu, M Masrur menuturkan total ada 313 atlit yang ikut serta dalam kegiatan tersebut, yang terdiri dari 92 peserta pelajar, 160 peserta umum putra dan 61 peserta umum putri.

Para kontingen berasal daei beberapa provinsi, diantaranya Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, Sumatera Selatan, Jambi, Aceh dan Lampung sendiri. 

Dirinya menuturkan, Pondok Pesantren Insan Mulia Boarding School yang dipimpinnya menjadi penyelenggara turnamen nasional untuk ketiga kalinya tersebut, berkomitmen untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan serta olahraga.

Selain pendidikan agama, kata Masrur, kurikulum yang dikembangkan adalah kolaborasi antara kurikulum kedinasan dengan kurikulum pesantren yang menjadikan salah satu output standar kelulusan pesantren Imboost adalah fisik yang kuat. 

“Oleh karena itu, salah satu olahraga yang kita wajibkan di pesantren ini adalah berkuda dan memanah, yang merupakan salah satu sunah nabi,” terang pria yang mengawali karir dari berbisnis kopi bubuk merk Klangenan itu. 

Turnamen di buka Pj bupati Pringsewu, Adi Erlansyah didampingi  Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan Drs.Samsir Kasim, KadisporaPar Pringsewu Jahron, Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Pringsewu Maulana M.Lahudin, Pembina Pondok Pesantren Imbos sekaligus Pembina Klangenan Archery Club Pringsewu Riyanto Pamungkas.

Dalam sambutannya Pj Bupati Pringsewu, Adi Erlansyah mengatakan, olahraga panahan tradisional menurut merupakan salah satu cabang olahraga yang menarik dan menyehatkan, disamping memiliki nilai seni, pelestarian budaya dan keindahan dalam pelaksanaanya.

Keunikan ini, menurutnya membuat olahraga panahan tradisional begitu diminati oleh seluruh kalangan, baik tua maupun muda, termasuk di Kabupaten Pringsewu. 

“Melalui turnamen panahan tradisional ini, diharapkan akan lahir bibit-bibit atlet panahan berbakat, serta menjadi momentum untuk meningkatkan silaturahmi, serta pengembangan pariwisata dan olahraga panahan di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung dan nasional,” harapnya. (tim/red/***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait